Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri

Simpang Lima Gumul atau yang biasa di sebut oleh dulur-dulur Kediri dengan sebutan SLG. Ni tempat special lurd, cause selain di jadikan tempat Hang Out oleh dulur-dulur, tempat ini juga salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri lurd. Kalo malem ni tempat sangat so sweet lurd kalo di buat pacaran sama mas or mbak pacar :D, cause ni tempat mirip ama monument yang ada di paris sono lurd. Gak salah kalo malem apalagi malem minggu ni tempat ramenya minta ampun, selain buat para pasangan yang lagi pacaran atau wisatawan lokal, ni tempat juga salah satu tujuan para dulur-dulur yang berkunjung ke daerah Kediri ni lurd.

Jangan di kira kalau tempat Hang Out-nya hanya berada di daerah bundaran SLG aja lurd, kebanyakan dari dulur-dulur Kediri malah memadati pinggir jalan raya yang berada di area SLG tersebut, cause di pinggir jalan raya area SLG tempatnya juga gak kalah asyik kok kalau buat Hang Out n suasananya juga masih so sweet lho :D. Selain itu, ni tempat juga biasa di jadikan tempat balapan liar juga lurd, cause jalannya yang lurus n luas. O iya, ni tempat juga salah satu tempat favorit gua untuk hang out, pokoknya asyik dah kalau dah Hang Out di sini, loe gak bakal rugi dah kalau Hang Out di sini apalagi buat pedatang baru atau pengunjung kota Kediri, bakal rugi dah kalau gak mampir ke sini…

Nih lurd gua kasih sedikit info tentang Sejarah Simpang Lima Gumul (SLG)


Monumen Simpang Lima Gumul adalah salah satu icon baru dari objek wisata lokal yang ada di  kediri. Terletak di persimpangan arah selatan ke Wates/pesantren, Timur Ke Gurah – Utara ke pagu – arah timur laut ke Pare – dan arah ke Barat ke Kota Kediri. Tujuan awal dibangun Simpang Lima Gumul (SLG) adalah sebagai sentra ekonomi baru di Kabupaten Kediri. Sehingga diharapkan roda perekonomian Kediri makin maju. Pembangunan monumen ini diawali sejak tahun 2003. Penggagasnya adalah Bupati Kediri saat ini, Sutrisno. Monumen ini tepatnya berada di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem. Ada yang bilang monumen ini terinspirasi dari “Jongko Jojoboyo” Raja Kediri abad XII yang ingin menyatukan lima wilayah di Kediri. Secara fisik monumen Simpang Lima Gumul ini seluas 804 meter persegi dengan tinggi bangunannya mencapai 25 meter dan ditumpu tiga tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Angka-angka tersebut menggambarkan tanggal, bulan, tahun, hari jadi Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804 Masehi. Di ke empat sisi monumen ada arca ganesha, lambang kabupaten kediri.

Apa isi Monumen SLG? Isinya adalah ruang-ruang untuk pertemuan di di gedung utama dan hall auditorium di lantai atas yang beratapkan mirip kubah (dome), ruang serba guna di “basemen”, diorama di lantai atas, minimarket yang jual souvenir di lantai bawah. Monumen ini juga memiliki tiga akses jalan bawah tanah menuju monumen yang terhubung ke basemen dari tempat parkir. Fasilitas lain di Simpang Lima Gumul ini adalah Convention Hall atau gedung pertemuan ( dalam tahap pembangunan) ada di selatan monumen, Mall(rencana). Di utara Simpang Lima Gumul ada jalan 2 arah yang cukup luas dan panjang, sehingga sering di buat balapan liar.

Kalau hari libur monumen ini di buka untuk umum dan bisa naik ke atas. Kalau mau mengadakan pentas, event di kediri,Simpang Lima Gumul juga lokasi yg tepat. Jambore nasional VW adalah salah satu event besar terbaru di SLG. Sering juga lomba-lomba di gelar d SLG misal: lomba mewarnai, drag race, dsbnya. Biasanya Pemda Kediri mengadakan pekan seni dan Budaya, pameran produk unggulan Kabupaten Kediri.


Nahh,, udah tau sedikit sejarah tentang SIMPANG LIMA GUMUL (SLG) KEDIRI kan lurd. So, sekarang tinggal pendapat dulur-dulur bagaimana, mau di jadikan salah satu objek Hang Out dulur-dulur kah atau bagaimana kah..

Semoga sedikit info ini bisa bermanfaat bagi dulur-dulurku :D
Terima kasih dan sampai jumpa :)








0 Response to "Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri"

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme